Senin, 30 Juli 2012


Petualangan Alam Bebas, Petualangan Sebuah idealisme.

Kegiatan alam bebas punya sejarah dan "ideologi" sendiri. Soe Hok Gie, Norman Edwin, dan Didiek Samsu adalah nama-nama besar yang mengguratkan kebanggaan di dada aktivis alam bebas.

Norman Edwin, Didiek Samsu, dan Soe Hok Gie adalah "legenda" di kalangan aktivis alam bebas. Ketiga petualang dari Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UI ini bisa dikatakan semacam password yang menandakan totalitas seseorang menekuni alam bebas. Tiga nama itu seperti seorang Che Guevara di kalangan demonstran atau Jimmy Hendrik di dunia gitar.

Norman, Didiek, dan Gie kini telah tiada. Mereka meninggal dalam pendakian. Norman dan Didiek meninggal pertengahan April 1992 saat mendaki puncak Aconcagua (6.959 meter di atas permukaan laut/mdpl) di perbatasan Argentina--Cile. Saat itu, aktivis Mapala UI ini tengah melakukan ekspedisi Seven Summit atau pendakian tujuh puncak dunia (Aconcagua, Cartensz Pyramid di Papua [4.884 mdpl], McKinley di Alaska-Amerika Serikat [6.194 mdpl], Kilimanjaro di Tanzania-Afrika [5.894 mdpl], dan Elbrus di Rusia [5.633 mdpl]).

Sementara itu, senior Norman dan Didiek, Soe Hok Gie meninggal di Mahameru atau puncak Gunung Semeru (3.676 mdpl). Gie tak bisa menghindari sergapan gas beracun saat berada di puncak tertinggi di Pulau Jawa itu. Ia meninggal pada 18 Desember 1969.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar